Senin, 30 Desember 2013

Nostalgia Tanah kelahiran

Diposting oleh Unknown di 06.40
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
Ohayou reader's

O'genki desu ka?
Apa aja ni kegiatan Liburan Semesteran kalian?

aku mau berbagi cerita nih...
Walau hanya di beri waktu 4 hari aku pulang ke kampung halaman aku di Karawang.
Perjalanan yang di lalui memakan waktu 8 jam.. *kok lama?* waktu 8 jam itu sudah termasuk aku menunggu datangnya kereta yang akan membawaku ke Karawang.

Setelah sampai di karawang Alhmdulillah selamat, aku di jemput oleh kaka ku tersayang di Stasiun kereta Klari.
Esok harinya aku dan keluarga Berkunjung ke rumah Alm. Eang ku di Jakarta selatan. Ambisi Sekali  aku ingin berkunjung kesana.
perjalanan memakan waktu 2 jam lebih..
Setelah tiba disana aku tersadar betapa banyak perubahan Disana. Aku tercengan "yaaa Allah.. tanah kelahiranku telah lama berubah lupa rasanya terakhi kali aku kesini"

Mulai dari Lapangan bola yang berubah menjadi gedung bertingkat, Jalan Turunan terjal yang biasa membuat tukang beca jungkir balik dan berguling-guling di jalan turunan itu,  hilang. Got kecil yang berisi air jernih tempat aku dan saudara-saudaraku biasa mencari Kepiting pun telah di tiban oleh beton kuat sebagai tempat Parkir. Sebuah Gedung bertuliskan "Politeknik Kesehatan". Sedih... kenangan itu menghilang....

Tapi masih ada beberapa kenangan yang tak berubah Hingga saat ini

Telefon Umum ini Memiliki sejarah yang benar-benar bersejarah Khususnya Untuk aku dan Abiku. telefon Umum ini masih bertahan di Sisi samping Gedung bertingkat itu. rasanya kembali terbayang Vidio memori saat masih Kecil aku dan saudara-saudaraku bermain dengan berbagai macam keiseng-an kami saat masih Kanak-kanak. Sangat engasihkan...
 
 Lapangan Basket tempat biasa Sepupu dan kakak Laki-lakiku bermain basket, ada Momen yang takkan terlupan. saat sepupuku kesal kepada kakaknya. ia melempar Sendal kakaknya dengan penuh emosi lalu masuklah Sendal itu tepat di Ring basket.Laluia berhenti menangis dan kita semua tertawa bersama :')


Mobil Tua Sebelah kanan itu juga memiliki sejarah, Aku dan sepupuku biasa bermain di sana.








Ini adalah gang Kecil tempat biasa aku dan saudara-saudaraku lewati jika hendak ke Warung membeli cokelat Apolo dengan harga 500 rupiah. Terkadang kami melewatinya hanya sekedar uji nyali, sambil berlari dan berteriak ketakutan



Dan.. ini adalah Rumah Eang ku sekarang...
Yaa Allah Miris sekali rasanya Kotor, tak terurus bagaikan rumah Kosong yang telah bertahun-tahun tak di Huni.
Disekitarpun Teras tempat biasa duduk bersantai di bawah pohon pun sudah di rusak, pohon nya pun di tebang. Car yang sudah Luntur, kayu yang sudah Keropos dimakan Rayap, triplek Atap yang sudah rapuh. bau aneh dimana-mana.
hanya ada 1 yang bertahan. Lantai yang tetap kuat dan tak retak oleh zaman..

Miris.... Tak seperti dulu...
Aku sangat merasakan sekali perubahan yang terjadi hingga aku terkejut dan hati kecilku bicara " Mengapa menjadi seperti ini..?" ingin sekali menangis rasanya... semua kenangan masa kecilku masih terekan jelas disini. saat kami tidur bersama di teras rumah nenek, Main PS1, tidur di kelon-in nenek Eang...
Rindu...

Sebelumnya Aku Ummi dan Abi Berziarah kemakam Nenek dan Eang





Nenek... Eang aku rindu.. :')




0 komentar:

Posting Komentar

 

My secret diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review