Assalamu'alaikum minna san~ Ogenki desu ka..? Gomenasai nih.. saya aku mulai posting lagi setelah sekiaaaaaaan~~ lama. mumpung malem ini sinyal hotspot dan ide sedang mengalir deras saatnya posting tulisan baru mungkin judulnya uda mewakili ya.. tulisan ini tentang apa? yup tentang cita-cita ku yang terpendam. selamat membaca.....
bismillah...
Pagi ini aku terbangun lagi, kulihat atap putih yang kusam, ku rasakan kaki ku dingin, ternyata kaus kaki tidurku yang sebelah entah kemana, suara keran air yang di buka membuatku tersadar dari mimpi ku. "itu mimpi..."
Itu mimpi pertamaku, mimpi yang buatku terkesan. mimpi yang begitu nyata. aku ke Jepang Hokkaido tepatnya. masih bisa ku rasakan, sejuk aroma musim semi disana, pemandangan pegunungan biru dari jauh. pagi yang tenang dan damai. disana ada sahabat dan teman terdekatku. Perasaan bahagia terdalam dari lubuk hatiku.
dan itu semuanya pecah saatku sadar, itu hanya mimpi..
Belum lama, cita-citaku yang terpendam itu muncul kembali. ya aku menyebut itu adalah cita-cita terpendam karena terasa begitu jauh dari pencapaianku kini, mengingat seorang teman pernah berkata. "..kamu mau ke jepang? kamu bisa apa selain bahasa..?" menyadarkanku bahwa bukan hanya bahasa yang bisa ku jual untuk ongkosku terbang kesana.
kumulai lagi membuka tumpukan buku lamaku, kulihat sampul buku berwarna biru bergambar penguin buku tulis bahasa jepangku. kulihat lembar demi lembar, mulai ku baca lagi beberapa huruf hiragana dengan patah-patah sebentar-bentar ku lihat artinya, ku baca lagi dan seketika rekaman masa lalu tentang cita-cita ini ku mulai.
Setelah Ujian Nasional tingkat SMA sederajat, aku memberanikan diri daftar ke PTN yang ada jurusan Bahasa Jepang yang terbaik menurut Guru bahasa Jepang ku di aliyah dulu, dengan modal nekat anak lulusan SAINTEK yang mendaftar ke SOSHUM yang hasilnya aku gagal di kedua seleksi SNMPTN & SBMPTN yang kucantum kan Jurusanku itu. mulai dari situlah aku mulai berfikir. apakah harus ku pendam, Menjadi Penerjemah Bahasa Jepang? apakah mimpiku terlalu jauh? apakah mimpi itu memang hanya mimpi yang hanya terjadi semalam seperti saat aku di hokkaido?
aku ingin mimpi itu.. disaat aku menghirup udara, melihat pemandangan dan merasakan ketenangan Hokkaido itu nyata.
senyata air mata yang ku teteskan saat ku sadar itu hanya mimpi...
Bermimpi itu Gratis bukan? tak ada yang salah dengan mimpi? seorang teman pernah berkata padaku. "Tak apa mimpimu setinggi langit bumi ini, atau melampauinya dengan itu otomatis kau akan tau perlu bekal yang cukup untuk mencapainya"
IMPOSSIBLE only means that YOU haven't FOUND the SOLUTION yet- anonymous


0 komentar:
Posting Komentar